Jumat, 09 Mei 2014

PUISI:Kita berkata tentang rindu



Kita berkata tentang rindu

Kita berkata tentang rindu
Aku berkata: aku merindu dalam diam
Lalu kau menimpali: ataukah diam-diam kau sedang merindu?
Aku berkata: bisa jadi. Karena kenangan telah menjelma jelaga.
Dan aura rindu menggamit raga. Ah...
Kau menjawab: memang selalu tersisa disetiap pertemuan yang diakhiri pergi: rindu
Aku berkata:
Sesak berganti rindu. Biarlah kenangan itu kusimpan dalam beranda hati.
Meski terkadang buncahnya meradang.
Kau berkata: mengapa tak kau gubah kata menjadi syair tentangnya
Akupun berkata lagi: akan kulakukan demi dia:rindu
Sesaat hening tercipta
Lalu kau dan aku hanyut dalam genangan: rindu


Dedicated to TOWR LLW. special thax to daeng Hamid
Syahrir al-Ghifary
Mahasiswa pascasarjana prodi ELS 2012
Bidang kaderisasi FLP ranting UNHAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar